Cara Menggunakan Antracol

24 June 2021 - Kategori Blog

Jamur atau Fungi adalah salah satu hama yang harus dibasmi karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Salah satu cara membasmi jamur yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan Antracol. Antracol sendiri adalah jenis fungisida yang bersifat melindungi tanaman dan memiliki bentuk seperti tepung berwarna krem yang dapat langsung diaplikasikan ke tanaman.

Dengan penggunaan Antracol, maka para petani akan lebih mudah mengendalikan hama jamur pada tanaman baik tanaman pertanian ataupun jenis tanaman hias. Beberapa penyakit jamur yang bisa dikendalikan menggunakan Antracol ini adalah : antraknosa, bercak daun, daun busuk dan hitam, akar busuk, karat daun dan lain sebagainya.

Selain itu, Antracol juga memiliki banyak sekali kelebihan seperti : dapat mensuplai unsur hara Zinc dalam hal kekurangan unsur hara pada tanaman, cocok untuk digunakan di segala musim, dapat diaplikasikan untuk tanaman di dataran rendah maupun tinggi, dan memiliki resiko yang lebih rendah karena tak dapat menembus jaringan tanaman.

Agar manfaat Antracol yang diaplikasikan ke tanaman lebih efektif.  Anda perlu memperhatikan Cara Pakai Antracol yang tepat.

Nah, ini dia cara pemakaian antracol yang bisa Anda jadikan referensi :

Sesuaikan dosis pemakaian dengan usia, jenis tanaman serta masalah yang terjadi pada tanaman

Cara penggunaan antracol yang pertama adalah memperhatikan dosis yang akan diberikan. Anda perlu menyesuaikan dosis Antracol dengan usia tanaman, jenis tanaman hingga masalah yang ada pada tanaman tersebut. Sebagai contoh :

Tanaman Padi

Untuk tanaman padi yang mengalami gejala hawar daun, busuk phytoptora, bercak daun, dan antraknosa (busuk buah). Sebaiknya, dosis Antracol yang digunakan adalah 3 gram per 1 liter air.

Apel

Untuk tanaman apel yang mengalami masalah embun tepun dan bercak daun. Dosisnya adalah 4 gram Antracol per liter air.

Tanaman Bawang Merah

Jika terjadi Bercak ungu pada Bawang Merah yang Anda tanam. Dosis Antracol yang bisa Anda gunakan adalah 2 gram per liter air.

Antracol untuk tanaman hias

Jika Tanaman hias Anda mengalami penyakit bercak daun (Cercospora dendrobii) atau busuk hitam (Phytophthora nicotinae). Dosis Antracol yang disarankan adalah 2,5 – 4 gram per liter air.

Bunga Krisan

Untuk mengendalikan penyakit karat (Puccinia chrysanthemi) pada Bunga Krisan. Anda dapat melarutkan Antracol dengan dosis Dosis 4-6 gram per liter air.

Bunga Rosela

Untuk Bunga Rosela yang terkena penyakit busuk kaki (Phytophthora parasitica). Dosis penggunaan Antracolnya sekitar 3-5 gram per liter air.

  • Siapkan Alat dan Bahan

Setelah mengetahui dan menakar dosis penggunaan Antracol yang tepat, selanjutnya Anda bisa menyiapkan alat dan bahan yang nantinya akan dibutuhkan. Alat dan bahan tersebut antara lain : Antracol sesuai dosis, air, ember kecil,  dan sprayer.

  • Campurkan Antracol dengan Air

Cara Pakai Antracol yang ketiga adalah mencampurkan Antracol tersebut dengan air dalam sebuah wadah ember kecil. Aduklah hingga tercampur rata kemudian masukkan larutan campuran tersebut ke sprayer.

  • Semprotkan pada tanaman

Setelah itu, semprotkan Antracol yang sudah terlarut tadi ke tanaman. Lakukanlah hal ini sejak dini untuk mencegah potensi timbulnya jamur pada tanaman. Anda bisa melakukan proses penyemprotan ini di pagi atau sore hari.

Itulah beberapa Cara Pakai Antracol. Penggunaannya cukup mudah dan efisien, bukan? Asal Anda mengaplikasikan Antracol secara tepat pada tanaman. Maka, hasil penggunaannya juga bisa memenuhi harapan Anda.

 
Chat via Whatsapp